Selasa, 02 Februari 2016

Alasan kenapa saya harus punya bisnis?



1. Saya adalah pekerja kantoran yang belum tahu sampai kapan bekerja di Perusahaan
Segala sesuatunya perlu dipersiapkan, bahkan ketika saya nantinya sudah tidak bekerja di kantor saya masih bisa mempunya penghasilan dari bisnis yang sudah saya rintis. Jika tiba-tiba keadaan mengharuskan saya berhenti bekerja sedangkan biasanya saya hanya mengandalkan gaji utama, pasti akan terjadi perubahan. Entah itu dari penghasilan yang biasa di dapat atau keadaan yang memungkinkan saya harus mengatur sedemikian rupa pengeluaran karena sedikitnya dana.

2. Saya mempunyai keluarga yang harus dibahagiakan

Saya bekerja tidak hanya untuk saya sendiri tetapi juga untuk membantu dan membahagiakan keluarga. Apa jadinya jika penghasilan saya pas-pasan? Angan-angan untuk membahagiakan keluarga pun sirna. Memang uang bukan segalanya. Tetapi ketika kita bisa memberikan kehidupan yang lebih baik kepada keluarga, kenapa tidak?

3. Berbisnis butuh proses, tidak langsung menghasilkan

Memulai berbisnis memang tidak mudah, apalagi bagi seorang pemula. Butuh waktu, ketekunan, kesabaran dan proses sampai akhirnya bisnis kita akan berbuah. Memulai bisnis dari sekarang adalah langkah yang tepat, ketika sudah tua kita bisa menikmati jerih payah dan kerja keras selama masih muda. Muda berbisnis, tua kaya raya dan sejahtera, begitu prinsipnya.

4. Semakin banyak orang yang butuh pekerjaan

Dengan berbisnis maka akan membuka peluang pekerjaan bagi banyak orang dan akan berdampak pada tingkat kemakmuran masyarakat. Ciptakan peluang itu dan jadilah role model untuk bisa memberikan perubahan kepada banyak orang.

5. Kebebasan finansial
Tujuan berbisnis jangka panjang adalah kebebasan finansial. Apa sih kebebasan finansial? Robert T. Kiyosaki, motivator keuangan dan penulis buku laris 'Rich Dad Poor Dad', mendefinisikan kebebasana finansial sebagai keadaan ketika seseorang sudah memiliki penghasilan pasif yang lebih besar daripada pengeluarannya. Pendapatan pasif adalah pendapatan yang bisa dihasilkan tanpa harus bekerja. Ketika sudah berada diusia yang tidak produktive lagi untuk bekerja kita bisa menikmati kebebasan financial buah dari berbisnis ketika muda.

6. Aktualisasi diri

Ahli jiwa Abraham Maslow, dalam bukunya Hierarchy of Needs menggunakan istilah aktualisasi diri (self actualization) sebagai kebutuhan dan pencapaian tertinggi seorang manusia. Hal ini menunjukan bahwa aktualisasi diri merupakan sebuah peristiwa yang memiliki nilai tinggi dalam kehidupan seseorang.

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi teman-teman untuk memulai bisnis selagi masih muda. Sukses terus!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar