Minggu, 25 Januari 2015

Sesuatu Berawal dari Pikiran Kita

Dari mana meja sebelum ia nyata menjadi meja? Dari mana model rumah kamu sebelum ia nyata menjadi rumah? Dari mana kompleks perumahan kamu sebelum ia nyata menjadi kompleks perumahan? Melajulah melewati jalan Gatot Subroto Jakarta dan juga melewati Thamrin. Apa yang kita lihat? Gedung tinggi-tinggi dan bangunan besar. Dari mana semua itu sebelum ia nyata ada di sana?

Pernahkah kamu melihat kerja seorang perancang bangunan? Ia menggambar bentuk dan model bangunan yang akan dibangun. Sebelum digambar, bangunan itu sudah ada. Bangunan itu ada dipikiran perancang. Begitu juga perancang pakaian. Pakaian yang bermacam-macam dan bagus itu sebelum ditorehkan menjadi sebuah gambar, pakaian itu sudah ada di pikiran perancang.

Sebuah profesi yang sedang dijalani, apakah itu dulunya cita-cita kamu? Kalau cita-cita berarti ia sudah ada sejak lama dipikiran kamu. Dulunya ia ada di pikiran dan sekarang menjadikan itu nyata.

Sesuatu berawal dari pikiran kita.......

Ini adalah kenyataan yang sering kita lupakan, bahwa sesuau sebelum ia tampak nyata, ia sudah ada terlebih dulu di pikiran kita.
Kalau benda-benda itu kita rancang dahulu di pikiran, apakah demikian juga dengan kesuksesan? Apa bedanya? Sukses sebelum ia tampak nyata, ia harus terlebih dahulu ada di pikiran kita. Kalau dipikiran kita tidak ada kesuksesan, ia tidak akan pernah menjadi nyata. Ingatlah kata kata ini “Anda pasti bisa apabila Anda berpikir bisa.”
Kata-kata itu menyiratkan bahwa kamu akan “bisa” dan jadi kenyataan “bisa” apabila “bisa” itu ada terlebih dahulu di pikiran.

Kamu adalah apa yang kamu pikirkan.......

Apa yang kita pikirkan akan membentuk diri kita. Kita akan menjadi apa yang kita pikirkan. Pikirkan tentang kesedihan, maka hidup akan menjadi sedih. Pikirkan tentang kebahagiaan maka hidup akan diliputi kebahagiaan.

Kita adalah apa yang terus menerus kita pikirkan (Aris toteles-Filsuf Yunani)

Sering kita terjebak dengan pemikiran kita sendiri. Saat kita memulai sesuatu dan terlihat ada rintangan, maka kita berpikir, “kemampuanku hanya sampai disini,” “Ah, sudah cukup saja, aku akan menikmati apa yang ada.” “aku tidak bisa.” “aku tidak mampu.” Kata-kata dalam pikiran kita itu adalah “kita” yang akan terjadi nanti. Kita sedang membentuk keadaan kita lewat miniatur kehidupan yang kita ciptakan dalam pikiran.

Hal pertama yang ingin saya ajak kepada kamu untuk memahami adalah proses yang akan kita jadikan nyata ini berawal dari pikiran kita. Apa sih rahasianya pikiran sehingga ia dapat menjadikan sesuatu menjadi nyata? Sebenarnya bukan pikiran yang menjadikan sesuatu itu nyata. Diri kitalah melalalui usaha yang merealisasikan sesuatu itu. Tetapi pikiran akan berperan untuk menciptakan sebagai kondisi sehingga apa yang kita pikirkan itu terbukti.

Satu lagi proses pikiran yang harus dipahami adalah bahwa pikiran kita menentukan cara pandang kita. Lalu cara pandang itulah yang membentuk sebuah pebuatan. Perbuatan kita yang nantinya akan mempengaruhi hasil yang kita perbuat.
a. Pikiran menghasilkan cara pandang
b. Cara pandnag menentukan perbuatan
c. Perbuatan menentukan hasil yang dicapai

Mudahnya begini, apabila pikiran kita mengatakan bahwa hidup ini sulit dan penuh tantangan, maka cara pandang kita terhadap hidup akan pesimis, malas-malasan dan cenderung menerima tanpa usaha. Kemudian cara pandang kita itu yang menyebabkan perbuatan kita menjadi malas, tidak mau bekerja dan berusaha. Kemudian hasilnya juga tidak ada atau apa adanya.

Kebanyakan dari kita tanpa memahami mekanisme proses pikiran ini kemudian mengharapkan perubahan hasil dari apa yang sedang dikerjakannnya. Ia melakukan sesuatu yang tidak efektif dan tidak pada pokok permasalahannya.
Proses pikiran tersebut merupakan mata rantai yang saling mempengaruhi. Apabila yang satu berubah, yang lain akan beruabah. Mau mengubah hasil? Tentu saja kita harus mengubah perbuatan. Perbuatan yang tadinya malas harus menjadi giat, yang tadinya pasif harus menjadi kreatif.

(Dikutip dari buku Successful Personality - Agung Webe)

Semoga bermanfaat untuk kalian para pejuang :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar